Tampang seperti Orang bodoh yang dari Allah, tapi lebih berhikmat dari Manusia
Tampang seperti Orang bodoh yang dari Allah, tapi lebih berhikmat dari Manusia
1 Korintus 1:25 (TB) Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.
Selesai Tamat SLTA di SMAN5 Medan di tahun 1998, saya ikut Sipenmaru yaitu penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Teknik USU Medan, saya memilih jurusan Teknik Elektro, dan saya lulus menjadi mahasiswa USU di tahun itu juga Saya suka tentang kelistrikan dan elektronika, dalam membuat berbagai ragam peralatan elektronik, pernah saya berhasil membuat power suply adjustable, membuat radio yang nyaris briliant, dan peralatan listrik lainnya
Bahkan ketika sudah duduk di Semester 5 Tingkat III saya diwajibkan memilih sub jurusan, dan saya memilih bidang arus lemah yaitu kelistrikan yang berhubungan dengan peralatan peralatan listrik yang memakai tegangan dari arus AC (bolak balik) menjadi arus DC (searah). Namun sayangnya tantangan hidup tiba menerpa, entah kenapa di Semester 5 itu saya sakit, saya melihat dunia ini begitu lain, memojokkan saya dan menuduh saya pendosa besar, jadi saya stress dan sakit halusinasi, berminggu-minggu saya sakit dan berdiam di rumah merenungi diri yang telah ikut ujian Sipenmaru lagi di tahun 1989 sewaktu duduk di Tingkat 2 Semester 3 karena saya kurang puas kuliah di USU dan maunya saya masuk ITB Bandung di tahun 1989 itu. Dan sedihnya ketika ikut ujian lagi Sipenmaru itu saya dijadikan "joki" oleh para mafia pemasok para mahasiswa yang bermain joki dengan imbalan jutaan rupiah, saya terjebak dan "pelaku dosa" rintihku dalam bathin, sehingga hal ini berdampak di tahun 1990 di tingkat 3 Semester 5 saya kualat dan jatuh sakit dan tidak bisa mengikuti perkuliahan. Hampir sebulan kemudian saya harus cepat-cepat mengurus PKA (Penundaan Kegiatan Akademis) dari Universitas dan saya mendapatkannya.
Berangsur angsur sakitku pun pulih, dan entah ini mungkin jalannya Tuhan yang ditunjukkanNya, padaku Saya di ajak Saudara famili dekat untuk merantau ke Jambi setelah sebelumnya saya pernah pulang kampung ke Pahae Tapanuli Utara untuk menenangkan pikiran dan menyehatkan badan, d pedesaan menghirup udara yang bebas dari polutan. Lalu saya berangkat naik bus Makmur dari Medan tujuan ke Jambi.
Tiba di Jambi di rumah famili, saya harus bekerja di rumah itu Saudaranya bapak kami yang saya memanggilnya Amangboru, dimana anak anaknya masih kecil:kecil, yang paling besar masih sekolah TK. Di rumah Amangboru dan sekeluarganya saya harus bekerja dari pagi jam 5 subuh saya sudah bangun dan mengambil saat teduh melayani Tuhan dalam berdoa, dan membaca Firman Tuhan, di sepanjang hari dari subuh sampai magrib saya bekerja terus di rumah itu mulai dari menyapu rumah, memasak sarapan, mencuci piring, menyapu halaman, memasak makan siang, menyeterika, cuci mobil, dan pekerjaan lainnya, pokoknya seisi penghuni rumah tinggal tenang berdiam dalam rumah, ada damai dan sukacita itu yang penting, dan bagiku membuat orang lain senang, tidak merepotkan orang lain, saata tidak mau merepotkan orang lain, tapi bila saya direpotkan orang lain itu saya terima. Menjelang istirahat untuk tidur malam saya harus mengambil saat teduh lagi, melayani Tuhan dalam berdoa, dan membaca FirmanNya di dalam Alkitab. Rutinitas itu saya lakukan selama 2 tahun lebih sewaktu di rumah Amangboru.
PKA yang saya ambil dari Universitas melintas dibenakku ketika di akhir tahun 1993 bulan oktober-nopember ada lowongan penerimaan PNS di seluruh kantor pemerintahan propinsi Jambi, termasuk kantor Pertanian, dan Kantor Statistik (BPS=Badan Pusat Statistik). Dan kebetulan Amangboru-ku ada teman kerjanya sekantor dengannya di bank Bapindo Propinsi Jambi yang mengenal dan punya relasi baik dengan para pejabat di kantor pertanian Propinsi Jambi, dan saya disuruh membuat lamaran kerja ke kantor pertanian tersebut, saya pun berpikir apakah saya harus berhenti dari perkuliahan atau gimana, lalu saya bertekad juga membjat lalu memberi berkas lmaran kerja ke sana yang diantarkan Amangboru untuk disampaikan dan menjadikan saya peserta ujian calon PNS kantor pertanian Propinsi Jambi, dan bukan hanya itu saja ketika saya dapat kabar di kantor statistik BPS propinsi Jambi ada penerimaan PNS di akhir tahun 1993 itu juga, dengan diam diam saya membuat lamaran dan pergi mengantarkannya tanpa sepengetahuan seisi rumah, saya pergi mengantarkan berkas melamar jadi calon PNS ke kantor BPS propinsi Jambi, Setelah melewati ikut ujian test yang dilakukan bagi para pelamar CPNS, baik di kantor pertanian maupun kantor BPS, akhirnya di bulan Desember 1993 tibalah pengumuman kelulusan bagi yang ikut ujian, dan saya lulus kedua duanya diterima jadi calon PNS di kantor statistik dan juga di kantor pertanian Propinsi Jambi. Anehnya sebelum pengumuman kelulusan itu, kantor pertanian Propinsi Jambi itu terbakar bangunannya habis dilalap si jago merah, ini entah pertanda apa bagiku, pikirku. Dan lamaran lamaran kerja lainnya sebelumnya sudah banyak saya masukkan ke sana ke mari di perusahaan yang sesuai minat saya, saya bahkan pernah kerja ikut perusahaan yg bergerak dibidang kelistrikan di kota Jambi itu, memasang lampu lampu di taman pusat perkotaan Jambi, sambil menunggu surat pemanggilan kerja kantor, saya juga menerima sebuah surat dari pabrik pulp atau pabrik penghasil kertas yang isinya perusahaan pulp kertas menerima saya kerja dan menyuruh saya harus datang interview, dan selesai interview langsung bekerja di perusahaan pabrik kertas itu, Ketika itu suasana menjelang Natal dan tahun baru di bulan Desember 1993, sekeluarga Amangboru pergi ke Palembang untuk acara natalan dan tahun baru-an di sana, jadi saya sendirian saja di rumah beberapa Minggu, menjagai rumah hingga menunggu kedatangan pulang kembali mereka. Di Minggu itu juga saya memberanikan diri pergi ke perusahaan pabrik kertas itu dengan naik bus selama perjalan 3 jam lebih. Tiba di sana saya langsung di interview dan menanyakan berapa gaji yang harus saya terima, lalu saya menjawab bahwa itu adalah kebijakan dari perusahaan terserah berapa sepantasnya digaji akan saya terima, jawabku, iya berapa pun saya di gaji saya bersedia bekerja, akhirnya setelah interview saya di kasih tanda pengenal menyatakan bahwa saya sudah menjadi seorang karyawan dari perusahaan tersebut, dan saya diwajibkan menginap di mess berupa perumahan bagi para karyawan yang disediakan oleh perusahaan. Malam harinya saya tidak bisa tidur pulas, bagaimana mungkin karena rumah saya tinggalkan kosong begitu, apa jadinya kalau terjadi pencurian pikirku, pasti saya akan dimarahi Amangboru, dan tentang pelamaran kerja-ku di perusahaan ini tidak mereka ketahui sedikit pun sampai hingga sekarang ini, hal ini belum pernah saya ceritakan kepada mereka hingga di detik ini.
Besoknya di pagi hari saya bangun dan harus sudah mulai kerja di situ, saya di tempatkan di bagian perawatan mesin pengolah kayu menjadi pulp kertas, dan harus naik tangga ke atas sekian meter tingginya ke atas, saya merasa mudah capek di sana, dan merasa tidak kerasan bekerja buruh perusahaan di situ, mending saya jadi buruh pemerintahan, pikirku, toh saya kan sudah diterima juga menjadi calon PNS di kantor pertanian dan juga di kantor statistik propinsi Jambi, tinggal menunggu surat pemanggilan kerja sana, pikirku, tapi ndak apa apalah, sekedar untuk pengalaman saja lah, imbuhku menghibur hati. Akhirnya hanya satu hari saja saya bekerja di perusahaan pabrik pulp kertas itu, saya langsung keluar dari perusahaan dan pulang ke kota Jambi dengan naik bus, di sepanjang perjalanan pulang selama 3 jam lebih pastilah perut sudah lapar, dan uang tidak cukup untuk makan di warung apalagi di rumah makan perhentian bus, jadi saya akhirnya membeli beberapa coklat yang harganya murah, dan itulah sebagai makan pagi dan makan siang saya menunggu tiba sampai di Jambi dan pulang ke rumah yang saya tinggali.
Sampai tiba di rumah, meskipun Amangboru sekeluarga tidak di rumah, saya di rumah melakukan rutinitas kerja keseharianan tapi lebih ringan rasanya sebab sekeluarga Amangboru belum pulang dari Palembang. Dan beberapa minggu kemudian mereka pun pulang dan tiba di rumah, ketika itu.sudah lewat tahun baru, sudah di bulan Januari 1994, namun surat panggilan penempatan kerja di kabupaten mana harus bekerja belum datang dari kedua kantor pemerintahan tersebut, dan Amangboru mengatakan pada saya bahwa saya harus memilih salah satu dinas tempat bekerja itu apakah memilih kerja di pertanian atau suka di bidang data perstatistikan. Saya pun memilih kantor Statistik BPS karena sesuai dengan bidang akademis saya dan saya menyukai hitungan yang matematis.
Akhirnya di pertengahan bulan Mei 1994 itu surat panggilan penempatan kerja dari kedua kantor pemerintahan tersebut datang juga, dan saya harus memilih salah satu diantara dua, sebab ada batas tanggal pelaporan masuk kerja memenuhi surat panggilan tersebut, dan saya pun memilih lebih baik kerja di kantor statistik yang resminya namanya disebut Badan Pusat Statistik Propinsi Jambi, di dalam surat itu berisikan ditempatkan saya di kabupaten Sarolangun Bangko ketika itu, dan saya resmi jadi calon PNS (CPNS) masuk kerja kantor di bulan Mei 1994 tapi di SK tertulis bekerja TMT Pebruari 1994 dengan NIP ketika itu adalah 340014527.
Saya pun akhirnya berangkat ke kota Bangko dengan jarak tempuh 4 hingga 5 jam perjalanan, dan harus memulai pengabdian disana bekerja sebagai seorang pegawai negeri sipil di unit kerja Badan Pusat Statistik Kabupaten Sarolangun Bangko..
Mengabdi selama 26 tahun lebih di BPS, hungga sekarang saya sudah pensiun dari PNS Badan Pusat Statistik Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau, saya pensiun di akhir Desember 2020 di pensiun-dinikan karena ketika itu musim pandemik Covid 19 di tahun 2019-2020 yang membuat banyak karyawan swasta dan pemerintahan di PHK atau dipensiupnkan, dan saya salah satu darinya..
Banyak suka dan duka yang saya alami Selama mengabdi jadi seorang PNS saya yang dilihat orang berparas seperti orang bodoh, padahal saya pintar loh, selama 3 tahun kerja di kantor BPS kab Sarolangun Bangko itu saja saya ikut test Sekolah Kedinasan yang dibiayai pemerintah atau kedinasan BPS dengan sekolah gratis, bahkan dikasih uang saku setiap bulannya, di bulan Juli 1997 saya jadi seorang mahasiswa STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik) Jakarta dengan stambuk 1997, selama 4 tahun saya kuliah disana, dan setelah selesai kuliah, lalu diakhir bulan September tahun 2001 saya di wisuda dan berhak menyandang gelar SST atau Sarjana Sains Terapan di bidang per-statistik-an. Suka duka mahasiswa 4 tahun di Jakarta selama kuliah sebagai Tugas Belajar, itu banyak suka dukanya, dan bahkan hal hal yang terjadi diluar pemikiran saya, ini mungkin Tuhan turut bekerja dalam hidup saya, pikirku, sebab selama menjadi PNS saya masih tetap mengambil saat teduh, berdoa dan membaca Alkitab untuk melayani Tuhan, rutin saya lakukan tiga kali sehari di waktu subuh dini hari, di petang, dan malam hari hendak beristirahat. Bahkan sampai kuliah pun aktivitas ibadah sendiri itu masih saya lakukan setiap harinya, entah sudah berapa kali sudah saya baca semua kitab dari Alkitab itu mulai dari kita Kejadian hingga sampai kitab Wahyu menurut jadwalnya harus sudah terbaca semua kitab dalam 1 tahun, jadi dari Sewaktu merantau ke Jambi di tahun 1992 hingga di wisuda tahun 2001 sudah ada 9 kali terbaca-ku semua isi Alkitab itu, sebab itu rutin saya lakukan setiap hari 3 kali sehari beribadah sendiri, Namun setelah meraih sarjana dan kembali kerja di satuan dinas sebelumnya di BPS Kabupaten Sarolangun Bangko, Jambi, sejak saya menikah di bulan Desember tahun 2001 aktivitas ibadah itu sudah jarang saya lakukan, banyak perhatian tercurah ke keluarga dan pekerjaan di kantor, namun saya hingga sekarang inj masih tetap mencintai Firman Tuhan, masih tetap mencintai Tuhan yang menolong dan mennyelamatkan saya.
Saya tidak menyombong, saya suka menulis, ada tulisan tulisan saya tentang Firman Tuhan yang saya gali dan saya tafsirkan artinya, untuk berbagi dengan orang lain, agar iman setiap kita semakin kuat dan bertumbuh ke arah Yesus Kristus Tuhan, bisa sini dilihat di.link url ini berbagai tulisan saya: https://taospiritministry.blogspot.com/2023/12/masa-waktu-bagi-israel-yang-diberikan.html?m=1
Bukti kecintaan saya pada Firman Tuhan, di masa pensiun pun saya mengikuti pembelajaran jadi murid Yesus Kristus menjadi murid kelas KOM 100 di tahun 2021, KOM 200 di tahun 2022, dan sekarang tahun 2023 hingga 2024 saya sekarang sedang mengikuti kelas pembelajaran murid KOM 300 di gereja BICC Pekanbaru di jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. KOM adalah singkatan dari Kehidupan Orientasi Melayani, yaitu pembelajaran tentang Firman Tuhan yang lebih mendalam lagi, jadi bisa dikatakan sekolah kehidupan lah.
Tidak hanya tulisan tulisan tentang agama saja, tapi juga banyak penemuan penemuan baru yang saya temukan dan tuliskan di bidang perstatistikan selama saya mengabdi jadi PNS Badan Pusat Statistik. Tapi nasib gimana-lah para atasan kurang mempedulikannya , apa boleh buat, pikirku. Sebagai contoh penemuan tersebut adalah tentang Penarikan Sampel Metode Segmen Terintegrasi, di sini Penarikan Sampel.
Prestasi tertinggi yang saya raih di pekerjaan statistik BPS adalah saya sempat menjabat sebagai Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik di Kabupaten Sarolangun Propinsi Jambi, menjabat dari tahun 2001 hingga 2012, karena dibulan September 2012 saya di mutasikan ke BPS Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau, saya di sana bekerja tidak lagi memegang jabatan kepala seksi tapi dijadikan ssebagai Staff.
Prestasi saya lainnya adalah di bidang musik, saya pernah meraih juara dua lomba cipta lagu Danau Toba yang diselenggarakan Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) di tahun 2016 kalau ngak salah atau di 2015 itu. Bahkan tulisan tulisan temuan baru di bidang cipta lagu malah saya temukan dan saya pakai dengan metode baru ciptaan saya ini, makanya saya menang atau dimenangkan menjadi juara 2 entahlah, penemuan baru itu hanya mencakup bagaimana cara kita mencipta sebuah lagu dengan cepat, terkendali, dan berkualitas, juga penemuan baru dalam cara pengkomposisian instrumen musik dalam mengiringi permainan suatu lagu, tulisannya boleh dilihat disini: Saya seorang kreator musik di komunitas tip-tip disini: Tip-tip.
Bagi saya untuk maju itu kita harus bekerja keras, jenius itu cuma 1 persen, se-jenius apapun kita, kerja keras itu 99 persen. Kemajuan bisa menemukan hal-hal baru yang belum pernah ada sebelumnya itu timbul dari keisengan, bukan dari keseriusan, dari keisengan timbullah kebriliant-an. Kita tidak usah iri dan dengki melihat kesuksesan orang lain.
Mengapa orang lain bisa maju meraih kesuksesan, kenapa saya tidak begitu? Kita harus melihat dan belajar dari pengalaman orang lain yang sukses dalam hidup, bila ada hal baru yang orang lain temukan, tidak ada salahnya itu kita pelajari, mencari tahu dan mengenalinya lebih dalam, lalu kita memodifikasi atau membuatnya lebih baik dari yang sudah ada dari yang ditemukan orang itu, lalu kita kembangkan lebih lanjut, merevisinya ke yang terbaru, membenahi yang kurang kurang dan yang salah agar lebih sempurna, dan tidak lupa setelah itu kita kembali harus belajar lagi, sebab belajar itu adalah proses untuk mengetahui sesuatu yang berlangsung dalam seumur hidup kita.
Dan yang terpenting kita harus menomor satukan Tuhan di atas segalanya, Menjadikan Tuhan dalam Proton (mengutamakan) Tuhan dari hal hal lain, sebab Firman Tuhan mengatakan;
Matius 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Amsal 9:10
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.
Kita harus mengenal betul Tuhan, lebih dari sekedar mengetahuiNya tentang siapa DIA, dan kita sedapat mungkin bergaul karib dengan Tuhan, dan mencintai FirmanNya untuk kita dimudahkan meraih kesuksesan dalam hidup.
Your Friend
(SR Pakpahan, SST)
Comments
Post a Comment